Ujian Nasional sering dianggap hal yang menakutkan oleh para pelajar,oleh karena itu perhatian orang tua adalah salah satu kunci kesuksesan siswa dalam menghadapi UN .
Sepekan menjelang UN setiap orang tua harus meningkatkan perhatian kepada anaknya .Dengan begitu sang anak bisa terpacu dari segi psikologis dan emosional sehingga siswa bisa lebih siap,rileks,dan terpacu menghadapi UN.
Kunci kelancaran siswa dalam mengerjakan soal UN,tidak hanya dalam penguasaan materi mata pelajaran .Tapi kondisi psikologis siswa juga berperan besar dalam kelancaran mengerjakan soal .
Hal ini harus diketahui orangtua dengan persiapan matang,maka akan tumbuh dalam diri siswa kepercayaan mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya,jika muncul bocoran soal maupun jawaban maka siswa tak akan terpengaruh.Dengan begitu diharapkan siswa lulus dengan mengedepankan cara jujur,yidak malah sibuk mencari bocoran soal apalagi bocoran jawaban .
Dan yang terakhir jangan lupa shalat dan berdoa kepada Allah S.W.T agar diberi kelancaran dalam mengerjakan soal .
Sabtu, 17 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012
Jenis Sepeda Gunung atau MTB
Sepeda Gunung atau MTB pada dasarnya hanya ada lima jenis: Cross Country, Trail, Downhill, Freeride dan Dirt Jump. Dan disetiap jenis Sepeda Gunung atu MTB dirancang untuk medan yang berbeda.
Tiap-tiap jenis sepeda memiliki manfaat dan kerugiannya masing-masing. Sebelum memilih sepeda gunung atau MTB, pelajari terlebih dahulu dimana Anda akan mengendarainya dan jenis rintangan apa yang akan Anda hadapi.

Sepeda ini juga dikenal dengan sebutan XC. Sepeda ini dirancang untuk jalur off-road dengan rintangan minim hingga menengah. Sepeda ini dibagi menjadi dua yakni, hardtail mountain bikeyang suspensinya hanya berada di depan dan full-suspension mountain bike (fulsus) yang memiliki dua suspensi, depan dan belakang.
Menggunakan hardtail mountain bike, Anda bisa memiliki teknik mengayuh yang baik tanpa perasaan seperti memental. Sepeda ini jauh lebih awet dibanding full-suspension mountain bike dan tak terlalu menuntut perawatan.
Pada full-suspension mountain bike, suspensi depan dan belakang terintegrasi pada rangka sepeda. Sepeda ini jauh lebih nyaman dikendarai dibanding hardtail mountain bike. Di beberapa sepeda, suspensi belakangnya (dan juga depan) bisa dimatikan atau tidak berfungsi.
2. Trail
Sepeda ini pada dasarnya merupakan modifikasi cross country namun menggunakan sistem suspensi yang lebih halus untuk mengatasi rintangan yang lebih sulit dan lebih teknis.
Kekurangannya, kayuhan sepeda ini butuh sedikit usaha yang lebih dari pengendaranya akibat meningkatnya suspensi. Tapi saat ini sudah ada teknologi suspensi belakang dan depan yang bisa dimatikan jika tak dibutuhkan.
3. Downhill

Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit. Sepeda ini dibuat seringan mungkin sehingga cocok untuk balapan turun. Karena sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit, hal ini membuat sepeda ini sulit menaiki bukit.
4. Freeride

Sepeda ini mirip sepeda downhill namun dirancang agar lebih mudah untuk dikayuh. Sepeda ini merupakan perpaduan cross country dan downhill. Namun, sepeda ini tak akan bekerja sebaik kedua sepeda tersebut jika Anda menginginkan fitur tertentu.
5. Dirt Jump (DJ)

Sepeda ini digunakan untuk melompat, dikendarai di jalan dan balap slalom. Beberapa orang menganggap sepeda ini merupakan versi besar BMX yang memiliki suspensi depan. Sepeda ini dirancang agar kuat menahan beban saat melompat.
Jumat, 10 Februari 2012
Mengenal Bagian Frame Sepeda
Bagi kebanyakan pesepeda pasti telah mengetahui tentang nama atau sebutan yang terdapat pada frame/rangka/batang sepeda. Namun, alangkah baik untuk kembali mengenal atau sekedar mengingat kembali.
Berikut frame sepeda sekaligus penjabarannya :

Top Tube merupakan bagian rangka sepeda di bagian atas. Panjang pada top tube menentukan ukuran frame yang juga menentukan penggunaan sepeda. Untuk sepeda modern, terdapat jalur kabel untuk rem belakang maupun derailleur.
Head Tube merupakan bagian yang menjadi penghubung antara frame dengan fork dengan bagian atas maupun bawah terdapat bearing sehingga perputaran fork tidak terhambat gesekan. Ukuran diameter head tube pada dasarnya terbagi dua yaitu standar (25,4mm/1"), over size (28,6mm/ 1-1/8") dan 1-1/4" atau 31,8mm. Ukuran head tube tersebut wajib menjadi panduan dalam penggunaan fork. Posisi kemiringan head tube atau di sebut head angle juga mempengaruhi ketabilan sepeda, sebagai contoh semakin kecil derajatnya maka semakin rebah (slack) head angle-nya. Namun bila kebalikannya akan membuat fork semakin tegak sehingga lebih lincah yang biasa terdapat pada frame downhill dengan head angle 67-65 derajat. Sedangkan frame untuk cross country berkisar 70-71 derajat.
Seat Tube menjadi bagian yang berfungsi menjadi rumah untuk seatpost. Panjang dari seat tube juga penentu dari ukurab frame sepeda. Sedangkan ukuran diameter juga terdapat beberapa yang juga menentukan penggunaan seatpost. Di bagian ini, biasanya digunakan untuk front derailleur ataupun bottle cage (tempat bidon).
bagian seat tube yang bertemu dengan top tube maupun seat stay

Downtube merupakan bagian yang menghubungkan head tube dengan bottom bracket shell dan berada di bawah.
Seat Stay merupakan bagian frame sepeda yang berada di belakang untuk menghubungkan atas seta tube dengan rear dropout.
Chainstay sebagai bagian yang terhubung antara bottom bracket shell dengan rear drop out. Panjang dari chain stay sangat pengaruhi kelincahan sepeda. Semakin pendek maka sebuah sepeda akan semakin lincah digunakan dan mudah melakukan "wheelie" atau mengankat roda depan. Sedangkan semakin panjang maka sepeda akan semakin stabil. Biasanya chainstay sepeda DJ pendek antara 390-410mm, sedangkan sepeda XC semakin panjang supaya tidak mudah wheelie di tanjakan.

Bottom Bracket shell berada di bagian bawah dari seat tube yang bertugas untuk menahan bottom bracket atau axle/as dari crankset.

www.sportku.com
Senin, 23 Januari 2012
Sejarah Sepeda
Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya.
Sejarah
Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.
Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Perancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Perancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik. (www.wikipedia.com)
Langganan:
Postingan (Atom)